RSS

Kamis, 17 November 2011

ChenCha story : 17 November 2011

Wah, lama banget ngga ngisi blog. jadi kepingin ngisi. Mana tampilan udah beda sama yang dulu. Jadi bingung deh. Hari ini aku nulis dalam situasi yang masih jauh darinya. Ngga tau kapan dia balik lagi. Kemaren sempet pulang sebentar. Hiks, tapi super kilat. Jadi masih kangen. Udah 1 tahun lebih. Rasanya cepet banget. Udah aku laluin dengan penuh perjuangan.






sampai saat ini
rasaku bertahan disini
rasa yang tak akan hilang oleh waktu
kau tidak disini
akupun tiada dihatimu
jiwaku ikut menghilang bersamamu

tak terkira disampingmu adalah hal terindah yang pernah kuinginkan
tak terkira dipelukmu adalah hal terindah yang pernah kurasakan

kau tidak disini
akupun tiada dihatimu
jiwaku ikut menghilang bersamamu

melukisankan segenap keindahan dirimu
hanya kau yang aku mau
kamu
kamu

tak terkira disampingmu adalah hal terindah yang pernah kuinginkan
tak terkira dipelukmu adalah hal terindah yang pernah kurasakan
tak terkira milikimu adalah hal terindah yang pernah kudambakan
tak terkira dekapanmu adalah hal terindah yang pernah kudapatkan
takkan rela melepasmu walau dihadapanmu aku kan terus menangis bahagia

Jumat, 15 April 2011

Catatan Chen Cha : 14 April 2011

Ternyata lama juga ya ngga nulis di blog. Maklumlah, beberapa bulan ini kerjaan ngalir trus, sampek kemaren sempat harus libur 2 hari untuk istirahatin mata. Kumat lagi deh, kalo terlalu manteng di depan computer. Sampek matanya sakit lagi… Hedeh… Tapi kalo ngga gini juga ngga bisa istirahat.

Tuhan begitu baik padaku, disaat aku harus berpisah dengannya untuk sementara waktu, banyak teman yang ada disekitarku. Dengan kehadiran dan berbagai aktivitas yang kubuat, semua rasa sepiku dan sedihku ini banyak tersingkirkan sedikit sedikit. Walau kadang aku suka sedih sendiri karena memikirkannya disana seperti apa. Apakah dia baik baik saja, apa ada masalah di sana, atau dia sedang sakit? Akhir akhir ini aku merasa walau kita memang berada jauh, tapi hati kita seperti saling terhubung. Entah mengapa, disaat aku tiba tiba merasa begitu sedih tanpa sebab, ternyata aku sedang merasakan sesuatu yang ngga enak tentang dia. Setelah keesokan harinya dicheck, di benar sedang ada masalah atau sedang sakit atau sedang berantem dengan orang lain.

Sampai saat ini sudah 8 bulan kita berpisah. Semakin tak sabar aku menantikan hadirmu disini lagi. Hehehehe…. Mungkin rasa kangen ini sudah bertumpuk menjadi dinding yang begitu tinggi. Aku berharap rindu ini akan terbayar saat kau pulang nanti. Semoga ngga lama lagi kita bisa bersama sama lagi. Bisa tertawa lagi, bisa cerita lagi, bisa jalan jalan bersama lagi dan masih banyak hal yang masih ingin aku lakukan lagi bersama denganmu.

Sekitar 2 bulan lagi dia ulang tahun, semoga saat itu dirimu sudah kembali pa. Aku bingung mau kasih apa ke dia. Ya Tuhan, aku berharap dia sudah kembali disini saat hari ulang tahunnya tahun ini. Itu akan jadi hadiah indah buatnya. Amin….

Tugas yang Tuhan berikan padaku menjadikan obat untuk hati yang selalu sedih ini. Setiap sedih yang aku rasakan terobati dengan melihat orang disekelilingku tertawa. Membagikan sukacita dari Tuhan saat aku seperti ini terkadang jadi hal yang sulit untuk dilakukan. Tapi sedikit demi sedikit aku begitu menikmatinya dan aku sendiri merasakan kebahagiaan yang berlipat ganda saat mereka tersenyum dan tertawa karenaku. Disaat dirimu membagikan sukacita dengan orang lain disekitarmu, maka kamu akan mendapatkan sukacita yang berlipat ganda. Thank’s God.. Engkau memang luar biasa….

Sabtu, 15 Januari 2011

Catatan chen cha : 16 Januari 2011

16 januari 2009,sekitar pukul 18.00, waktu itu hari Jumat, disuatu tempat dimana banyak orang biasa melepaskan kebosanan dengan rutinitas yang ada. "Tempat menggila" nama yg biasa kita pakai untuk menyebutnya. Di situlah aku melihat sesosok pria berkaos hitam, bercelana jeans dan bersepatu kets. Rasanya baru kemarin aku melihatnya, waktu itu hari jumat, aku pulang dari kantor dengan banyak pikiran. Lewat internet, Sam (bukan nama sebenarnya) menghubungiku. Entah knp, aku mengiyakan permintaannya untuk bertemu. Di sebuah tpt bermain, berdiri seorang pria yg melihatku. Aku jg bingung, apakah benar dia orangnya? Dia mendekatiku dan menunjukkan sms yang pernah ku kirim sebelumnya. Itulah pertama kalinya aku bertemu dengannya. Kita akhirnya menghabiskan waktu sore dengan ngobrol sambil ngenet dan makan malam. Aku merasa aneh saat itu. Rasanya kita sudah begitu dekat, padahal baru knal 1 bulan dan baru bertatap muka dlm hitungan jam saja. Masih terasa hangat di pikiranku, dia bercerita banyak sekali didepanku dan aku merasakan sesuatu yang tak biasa dalam hatiku. Aku hanya menerka nerka dan mencoba berpikir yang sewajarnya saja. Tak terasa 2 tahun lalu tepatnya, selama ini banyak sekali yang sudah kita lewati. Tertawa bersama dan menangis bersama. Kalau dilihat ke belakang, ternyata begitu sulit untuk mempertahankan suatu hubungan. Dan untuk pertama kalinya, aku bisa begitu lama bersama orang yang aku sayangi. Saat ini, aku memang sedang bertahan karena jauh darimu.  

Sudah berbulan bulan lamanya dan hampir 6 bulan kita berjauhan. Bertemu hanya 1 kali. Begitu sulit rasanya jika berada jauh darimu. Tak ada teman cerita, lewat telepon rasanya kurang. Hanya 1 yang aku inginkan saat ini. Cepatlah kembali, aku disini menunggumu. Aku ingin kita pergi jalan jalan, tertawa bersama, dan menangis bersama lagi. Cepatlah pulang pa…. Aku selalu sayang pa2…

Selasa, 14 Desember 2010

Catatan chen cha : 13 Desember 2010

Hari ini Tuhan beritahu aku kenapa semua ini terjadi. Tuhan punya banyak alasan mengapa cobaan ini ditujukan padaku. Ternyata Tuhan ingin aku agar menjadi seorang yang lebih kuat dari sebelumnya. Malam ini saat aku menyatakan keluh kesahku yang tak bisa aku katakan pada siapapun, Tuhan kasih aku kata kata yang menghiburku dan menjadikan aku merasa lebih baik. Tuhan bilang kenapa Beliau memberikan aku cobaan yang begitu berat ini. Disaat aku dipisahkan oleh jarak dengan orang yang selama ini aku sayangi.

Saat seseorang diberi cobaan untuk menjadi lebih kuat:
  1. Tuhan inginkan kita bersabar, karena disaat kita bersabar, kita bisa melatih emosi yang keluar dari diri kita.
  2. Tuhan beritahu kita kalau kita hidup tak sendirian walaupun orang orang yang disayangi jauh dari kita. Masih banyak orang dekat seperti sahabat, teman & keluarga yang mau peduli dengan kita.
  3. Tuhan inginkan kita menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Saat orang lain tak mungkin dijadikan teman curhat, mau curhat dengan orang tua juga tak bisa, Tuhan mau dengarkan curhatan dan keluh kesah kita selama ini, walaupun bagaimana keadaan kita, Tuhan mau terima kita dan dengar setiap celoteh kita dan berikan solusi yang terbaik. 
  4. Tuhan inginkan kita memberikan penghiburan terhadap orang lain yang sedang bersedih seperti kita.
Jadi tetaplah tersenyum dan bagikan sukacitamu kepada kawan, sahabat, keluarga dan setiap orang yang ada di sekelilingmu. Dengan membagikan sukacita ini, akan menjadikan obat bagi kesedihanmu. Dan ingatlah, kau tak sendirian. Tuhan selalu bersamamu di setiap langkah2mu.

Kamis, 14 Oktober 2010

Catatan chen cha :14 Oktober 2010

Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya
(Mazmur 28:7)

KU TAK KAN MENYERAH

   Suatu hari saya mengamati sebuah pohon. Daunnya hijau, segar. Daun-daun itu
bertumbuh: makin lebar, makin panjang, makin tua. Ada yang mengilap, ada
yang berlubang, tetapi masih terus bertumbuh. Pengamatan ini ternyata
sangat bermakna bagi saya. Bukankah hidup iman kita mirip daun-daun itu?
Selama kita melekat kepada Kristus, kita bagai daun yang bertumbuh dan
mendapat makanan dari pohonnya.
Namun, apabila kita menjauh dari-Nya, maka
kita bagai daun yang dipetik lepas dari pohon
. Mungkin masih terlihat
hijau, tetapi sudah tak ada pertumbuhan, dan tak lama lagi akan mati.

   Daud, meskipun beberapa kali mengalami kegagalan dalam hidupnya, tetap
berusaha untuk kembali melekat kepada Tuhan. Ketika ia harus menghadapi
pengalaman yang berat dan sulit, salah satunya saat ia dikejar-kejar Saul
dan pasukannya, Daud mengungkap bahwa kekuatan sejatinya ialah Tuhan (ayat
7). Ia mengaku bahwa tanpa Tuhan, ia tidak akan kuat menanggung
persoalan-persoalan di hadapannya. Daud tidak memiliki banyak senjata,
tetapi Tuhanlah yang menjadi perisainya. Tanpa Tuhan, tidak ada yang
sanggup melindunginya dari serangan musuh. Daud terus berjuang. Dan, ia
tidak menyerah sebab ia tahu kekuatannya ada pada Tuhan (ayat 8).

   Bagaimana dengan kita? Apabila ada persoalan berat di depan kita, apa yang
menjadi kekuatan atau senjata kita? Apabila akhirnya kekayaan, kesehatan,
kedudukan, kemampuan istimewa, dan hal-hal lain yang terbatas tak lagi
mampu menolong kita, jangan menyerah. Selama kita terus melekat pada
Kristus, Dia ada dan patut kita andalkan 

KRISTUS MENEBUS KITA DENGAN MENCUCURKAN DARAH
AGAR KITA TAK MENJADI ORANG YANG MUDAH MENYERAH

Kamis, 07 Oktober 2010

Catatan Chen Cha : 7 Oktober 2010

1 Samuel 30:8
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."

Dalam 1 Samuel 30, dikisahkan bahwa orang Amalek menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag, dan perempuan-perempuan serta semua orang dikota itu ditawan oleh orang Amalek, termasuk anak dan istri Daud.
Ketika Daud dan pasukannya sampai di kota itu dan tahu bahwa anak dan istri mereka telah ditawan Amalek, mereka sangat sedih dan marah. Bahkan dalam kemarahan mereka, rakyat Israel hendak melempari Daud dengan batu. Namun dalam keadaan terjepit seperti ini, Daud menguatkan  kepercayaannya kepada Tuhan.
Daud kemudian berdoa, “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Sebelum bertindak, Daud bertanya apakah yang ia lakukan adalah rencana Tuhan. Dia menunggu jawaban Tuhan, baru kemudian bertindak.  
Daud tidak bertindak gegabah dalam usahanya untuk menyelamatkan mereka yang tertawan dan menenangkan rakyat yang bersama dia. Yang pertama kali ia lakukan adalah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan meminta petunjuk dari Tuhan tentang apa yang harus ia lakukan.
Seberapa sering kita berdoa seperti Daud? Ketika keadaan menekan hidup kita, apakah kita lari dari Tuhan atau kita lari kepada Tuhan? 
Mari belajar kepada Daud, kita lari kepada Tuhan memohon petunjuk dari-Nya atas segala permasalahan kita. Tuhan adalah solusi kehidupan Anda, Dia dapat Anda percaya.
Saat masalah menerpa hidup Anda, jangan lari menjauh dari Tuhan namun larilah kepada Tuhan.

Senin, 20 September 2010

Catatan chen cha : 20 September 2010

Kangen... kangen... kangen... 
hanya itu yang bisa kuucapkan.... 

Apa dia juga merasakan hal yang sama denganku? Hatiku berkata ya, tapi pikiranku berkata tidak.

Apakah dia masih benar benar mencintaiku? Hatiku berkata masih (jadi bersabarlah), tapi pikiranku berkata sepertinya sudah berkurang (ngga seperti yang dulu)

"Semampunya ku mencoba tetap setia untuk menjaga segalanya... demi cinta yang tak pernah berakhir...."

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit 
Aku ingin bertemu membelai wajahnya Kan ku pasang hiasan 
angkasa yang terindah 
Hanya untuk dirinya 
Lagu rindu ini kuciptakan 
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta 
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan